
TPID se-DIY Perkuat Kapasitas Penyusunan Laporan Kinerja Guna Optimalkan Pengendalian Inflasi
YOGYAKARTA – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Daerah Istimewa Yogyakarta terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelaporan dan koordinasi kebijakan ekonomi. Hal ini terlihat dalam agenda Capacity Building Penyusunan Laporan Kinerja TPID se-DIY yang berlangsung pada Rabu, 21 Januari 2026.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Biro Perekonomian dan SDA Setda DIY ini merupakan langkah strategis untuk mengevaluasi sekaligus memperbaiki mekanisme pelaporan kinerja tahunan. Upaya ini krusial mengingat laporan kinerja menjadi tolok ukur akuntabilitas dan efektivitas program pengendalian inflasi di wilayah DIY.
Fokus pada Sinergi dan Inovasi
Dalam suasana diskusi yang interaktif, para peserta yang terdiri dari perwakilan TPID Provinsi serta Kabupaten/Kota se-DIY mendapatkan pembekalan intensif mengenai kriteria penilaian teknis. Beberapa poin utama yang ditekankan dalam pertemuan tersebut meliputi:
Penyelarasan Program: Memastikan adanya benang merah yang kuat antara latar belakang masalah, implementasi program di lapangan, hingga dampak nyata (outcome) yang dirasakan masyarakat.
Aspek Penilaian Utama: Laporan difokuskan pada tiga pilar, yakni aspek proses (20%), aspek output (30%), dan aspek outcome (50%).
Strategi 4K: Penguatan dokumentasi pada aspek keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.
Mempertahankan Tradisi Prestasi
Kegiatan capacity building ini juga dipicu oleh keberhasilan TPID DIY pada tahun 2025 yang berhasil meraih predikat 'Juara 2 TPID Provinsi Berkinerja Terbaik Kawasan Jawa-Bali' melalui laporan bertajuk MRANTASI. Capaian inflasi DIY pada akhir 2025 yang tetap terkendali pada angka 3,11% (yoy) menjadi modal positif untuk terus ditingkatkan melalui manajemen laporan yang lebih solid.
Melalui pendampingan dari narasumber ahli seperti Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY, diharapkan seluruh TPID di DIY mampu menyusun dokumen yang tidak hanya unggul secara administratif, tetapi juga mencerminkan inovasi nyata dalam menjaga daya beli masyarakat Yogyakarta.
