Biro Perekonomian dan SDA Setda DIY Bagikan Inovasi MRANTASI dalam Studi Lapangan Pembelajaran PKA Angkatan XII BPS RI

TPID DIY    2 minggu yang lalu

OGYAKARTA – Biro Perekonomian dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta menerima kunjungan Studi Lapangan (Stula) Pembelajaran Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan XII Badan Pusat Statistik (BPS) RI pada Senin, 5 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi forum berbagi pengetahuan dan pengalaman mengenai inovasi tata kelola pemerintahan, khususnya dalam mendukung pengendalian inflasi daerah. Dalam pertemuan tersebut, pembahasan difokuskan pada pengenalan dan pendalaman program MRANTASI (Masyarakat lan Pedagang Tanggap Inflasi), sebuah inovasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Pemerintah Daerah DIY dalam memperkuat edukasi dan komunikasi pengendalian inflasi kepada masyarakat. Program ini menjadi salah satu praktik yang dipelajari dalam upaya mendorong keterlibatan masyarakat dan pelaku usaha dalam menjaga stabilitas harga serta mendukung pengendalian inflasi di daerah. Kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DIY sebagai mitra strategis dalam pengendalian inflasi. Kehadiran Bank Indonesia memperkuat ruang koordinasi dan pertukaran wawasan terkait sinergi kebijakan serta pelaksanaan program pengendalian inflasi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Melalui studi lapangan ini, peserta memperoleh kesempatan untuk memahami proses pengembangan inovasi MRANTASI, termasuk peran koordinasi antarlembaga dan pendekatan komunikasi kepada masyarakat dalam mendukung efektivitas program pengendalian inflasi. Pertukaran pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi referensi bagi peserta dalam mengembangkan inovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik di lingkungan kerja masing-masing. Bagi Biro Perekonomian dan SDA Setda DIY, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperluas jejaring kerja sama serta mendorong penyebarluasan praktik tata kelola pemerintahan yang adaptif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Inovasi pengendalian inflasi memerlukan dukungan kebijakan yang terarah, koordinasi lintas sektor, serta partisipasi aktif masyarakat agar upaya menjaga stabilitas harga dapat berjalan secara berkelanjutan. Melalui kegiatan Studi Lapangan Pembelajaran PKA Angkatan XII BPS RI, diharapkan pertukaran pengetahuan dan pengalaman ini dapat memperkuat komitmen bersama dalam mengembangkan inovasi pemerintahan yang responsif, kolaboratif, dan berdampak nyata bagi masyarakat. Sinergi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam mendukung pengendalian inflasi serta menjaga stabilitas perekonomian daerah.